🔬 Seri 6 – Cara Sederhana Mengecek Kualitas Agens Hayati di Laboratorium Lapangan
Banyak petani sudah mulai menggunakan agens hayati seperti Trichoderma, Beauveria, Metarhizium, PGPR, dan mikoriza. Namun satu hal penting sering terlupakan: apakah agens hayati yang digunakan masih hidup dan berkualitas baik?
Agens hayati adalah makhluk hidup. Kalau penanganannya salah, kualitasnya bisa turun tanpa kita sadari.
Kabar baiknya, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan di laboratorium lapangan atau bahkan secara visual untuk mengecek kualitasnya.
🌱 1. Lihat Warna dan Bau
Langkah paling mudah adalah pengamatan langsung.
Trichoderma yang baik biasanya berwarna hijau cerah hingga hijau tua.
Beauveria berwarna putih bersih seperti bedak.
Metarhizium hijau zaitun atau hijau gelap.
Kalau warnanya kusam, kecokelatan, atau keabu-abuan, itu tanda jamur mulai menurun kualitasnya.
Cium baunya:
Agens hayati yang sehat berbau khas jamur segar atau tanah hutan.
Kalau tercium bau busuk atau asam menyengat, kemungkinan sudah terkontaminasi.
🌾 2. Cek Pertumbuhan di Media Sederhana
Kalau tersedia media PDA atau nasi/beras steril:
- Ambil sedikit biakan, lalu tanam.
- Dalam 2–3 hari: jamur sehat mulai tumbuh cepat, miselium putih muncul dulu kemudian warna khas jamur terlihat
- Kalau setelah 4–5 hari tidak ada pertumbuhan, berarti biakan sudah lemah atau mati.
🔬 3. Lihat di Bawah Mikroskop (Kalau Ada)
Dengan mikroskop sederhana:
perhatikan apakah masih ada spora
apakah batang dan cabang masih utuh
apakah ada mikroba lain (bakteri atau jamur asing)
Jamur sehat terlihat bersih dan dominan satu jenis.
Kalau terlihat banyak bentuk aneh, kemungkinan sudah tercemar.
🌿 4. Uji Sederhana di Tanaman
Cara paling praktis:
Aplikasikan ke beberapa tanaman percobaan.
Amati 7–14 hari:
- akar lebih putih dan banyak (Trichoderma/PGPR/mikoriza)
- hama mulai berkurang (Beauveria/Metarhizium)
- tanaman tampak lebih segar
Kalau tidak ada perubahan sama sekali, patut dicurigai kualitas agens hayatinya.
⚠️ Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari
Banyak kegagalan bukan karena jamurnya, tapi karena cara penanganan:
- menyimpan di tempat panas
- terkena sinar matahari langsung
- dicampur pestisida kimia
- air terlalu panas saat aplikasi
- biakan terlalu lama disimpan
Agens hayati bukan pupuk kimia. Ia perlu diperlakukan seperti makhluk hidup.
🌼 Penutup Seri 6
Menjaga kualitas agens hayati sama pentingnya dengan cara aplikasinya. Dengan pengecekan sederhana, petani dan petugas lapangan bisa memastikan bahwa mikroba yang digunakan benar-benar hidup dan bekerja.
Pertanian hayati bukan soal produk, tapi soal proses.
Komentar
Posting Komentar