🌾 Seri 5 – Jamur dan Bakteri Pendukung Kesuburan Tanah: Tim Kerja Tak Terlihat di Bawah Kaki Kita
Selama ini kita sering fokus pada hama dan penyakit tanaman. Padahal, keberhasilan pertanian sangat ditentukan oleh kehidupan mikroba di dalam tanah. Tanah yang sehat bukan hanya soal pupuk, tetapi soal seberapa aktif jamur dan bakteri baik bekerja membantu tanaman.
Selain Trichoderma, Beauveria, dan Metarhizium, ada kelompok mikroba lain yang perannya sangat penting, yaitu bakteri PGPR dan jamur mikoriza.
Mereka ini bisa disebut sebagai “tim pendukung” pertumbuhan tanaman.
🌱 PGPR: Bakteri Sahabat Akar
PGPR adalah singkatan dari Plant Growth Promoting Rhizobacteria, yaitu bakteri yang hidup di sekitar akar tanaman.
Tugas utama PGPR adalah:
- membantu melarutkan unsur hara di tanah
- menghasilkan hormon pertumbuhan alami
- memperkuat sistem perakaran
- membantu tanaman lebih tahan stres (kering, panas, atau kekurangan nutrisi)
Secara kasat mata PGPR tidak terlihat, tetapi dampaknya terasa: tanaman lebih segar, akar lebih banyak, dan pertumbuhan lebih cepat.
PGPR biasanya digunakan melalui:
- perendaman benih
- penyiraman di pangkal tanaman
- campuran pupuk cair organik
Sederhananya, PGPR adalah “vitamin cair” untuk akar tanaman.
🍄 Mikoriza: Jamur Perpanjangan Akar
Kalau PGPR adalah sahabat akar, maka mikoriza bisa disebut sebagai “perpanjangan akar”.
Mikoriza adalah jamur yang hidup menempel dan masuk ke jaringan akar tanaman. Dari situ, mikoriza membentuk jaringan benang halus yang menjalar jauh ke dalam tanah, jauh melebihi jangkauan akar.
Manfaat mikoriza antara lain:
- membantu tanaman menyerap fosfor dan air
- meningkatkan daya tahan terhadap kekeringan
- memperkuat pertumbuhan awal tanaman
- memperbaiki struktur tanah
Tanaman bermikoriza biasanya lebih kuat dan lebih tahan kondisi lahan marginal.
Mikoriza sangat cocok untuk:
- lahan kering
- tanah miskin hara
- rehabilitasi lahan
- tanaman tahunan dan hortikultura
🌿 Jika Digabung, Hasilnya Lebih Kuat
Dalam sistem pertanian hayati, mikroba sebaiknya tidak berdiri sendiri.
Contohnya:
Trichoderma → menjaga akar dan tanah
PGPR → mempercepat pertumbuhan
Mikoriza → memperluas penyerapan hara
Beauveria & Metarhizium → menekan hama
Kalau digabung dengan tepat, hasilnya bukan hanya tanaman sehat, tapi tanah juga semakin hidup.
Inilah konsep pertanian berbasis ekosistem, bukan pertanian berbasis racun.
🌼 Penutup Seri 5
Tanah bukan benda mati. Di dalamnya hidup jutaan mikroorganisme yang bekerja siang malam untuk tanaman kita. Semakin kita memahami peran mereka, semakin kecil ketergantungan kita pada input kimia.
Pertanian berkelanjutan dimulai dari menghargai kehidupan kecil di bawah kaki kita.
Komentar
Posting Komentar