📊 Laporan Hasil Uji Kerapatan Spora
Isolat: Trichoderma
Tanggal Subkultur: 10 Februari 2026
🔬 Hasil Pengujian
Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan metode pengenceran dan pengamatan dengan haemocytometer, diperoleh:
Kerapatan spora = 5,5 × 10⁸ spora per mL
📌 Makna Hasil Uji
Nilai 5,5 × 10⁸ spora/mL menunjukkan bahwa biakan Trichoderma hasil subkultur tanggal 10 Februari 2026 memiliki populasi spora yang tinggi dan aktif.
Secara umum:
- Kerapatan ≥10⁶ spora/mL → cukup untuk aplikasi dasar
- Kerapatan ≥10⁷ spora/mL → baik untuk aplikasi lapangan
- Kerapatan ≥10⁸ spora/mL → sangat baik dan siap formulasi
Dengan nilai 5,5 × 10⁸, isolat ini masuk kategori sangat layak digunakan untuk:
- Aplikasi perendaman benih
- Aplikasi ke media semai
- Campuran pupuk organik
- Aplikasi ke tanah sebagai pengendali patogen
🌱 Interpretasi Kualitas
Kerapatan spora yang tinggi menunjukkan bahwa:
- Subkultur masih dalam kondisi vigor (aktif tumbuh)
- Media tumbuh mendukung sporulasi optimal
- Proses inkubasi berjalan baik
- Isolat belum mengalami penurunan viabilitas signifikan
Namun demikian, kerapatan tinggi sebaiknya tetap disertai dengan:
- Uji viabilitas (persentase perkecambahan spora)
- Pengamatan morfologi mikroskopis (spora dominan, tidak terkontaminasi)
- Uji aplikasi sederhana pada tanaman
📅 Catatan Produksi
Karena subkultur dilakukan pada 10 Februari 2026, maka penting dicatat:
- Gunakan dalam masa aktif terbaik (umumnya 2–4 minggu setelah panen spora, tergantung penyimpanan)
- Simpan pada suhu sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung
- Hindari pencampuran dengan bahan kimia bersifat fungisida
🌾 Kesimpulan
Isolat Trichoderma hasil subkultur 10 Februari 2026 menunjukkan kerapatan spora 5,5 × 10⁸ spora/mL, yang termasuk kategori sangat baik dan layak untuk aplikasi lapangan maupun formulasi agens hayati.
Dengan penanganan yang tepat, isolat ini berpotensi memberikan efek proteksi akar dan peningkatan kesehatan tanah secara optimal.
Komentar
Posting Komentar