Kenapa Beauveria bassiana di Media PDA Malah Ditumbuhi Bakteri?
Dalam kegiatan laboratorium agens hayati, peremajaan isolat jamur merupakan langkah rutin untuk menjaga viabilitas dan kemurnian kultur. Namun, tidak jarang terjadi kondisi yang mengecewakan: alih-alih jamur tumbuh subur, justru bakteri yang mendominasi media.
Kasus ini juga kami alami saat melakukan peremajaan Beauveria bassiana pada media PDA (Potato Dextrose Agar), menggunakan isolat hasil subkultur tahun 2025. Setelah inkubasi, koloni bakteri tumbuh cepat dan menutupi pertumbuhan jamur.
Mengapa hal ini bisa terjadi?
Berikut penjelasan sederhananya.
1. Isolat Sudah Membawa Kontaminan Sejak Awal (Kontaminasi Laten)
Walaupun isolat terlihat bersih secara visual, sangat mungkin bakteri sudah ikut terbawa sejak subkultur sebelumnya. Bakteri ini bisa:
- Menempel pada spora jamur
- Bersembunyi di jaringan miselium
- Bersifat dorman lalu aktif kembali saat dipindahkan ke media baru
Begitu diinokulasikan ke PDA yang kaya nutrisi, bakteri tumbuh jauh lebih cepat dibanding jamur, sehingga akhirnya mendominasi cawan.
Artinya, kontaminasi tidak selalu terjadi saat peremajaan sekarang bisa merupakan “warisan” dari kultur lama.
2. Teknik Aseptik Saat Transfer Kurang Optimal
Kontaminasi juga sangat mudah terjadi selama proses pemindahan isolat, misalnya karena:
- Loop atau pinset kurang panas saat sterilisasi
- Petri dish terlalu lama terbuka
- Mulut botol media tidak diflaming
- Transfer tidak dilakukan dekat api atau di dalam LAF
- Tangan atau sarung tangan menyentuh area steril
Bakteri dari udara atau permukaan alat dapat langsung jatuh ke media.
Karena PDA mengandung gula tinggi, bakteri segera berkembang pesat.
3. Media PDA Tidak Sterilisasi Sempurna
Kemungkinan lain berasal dari media itu sendiri, misalnya:
- Autoklaf tidak mencapai suhu optimal (121 °C)
- Waktu sterilisasi kurang
- Volume media terlalu besar sehingga panas tidak merata
- Tutup botol terlalu rapat saat autoklaf
Akibatnya, spora bakteri masih bertahan hidup di dalam media dan tumbuh setelah pendinginan.
Biasanya ditandai dengan bakteri muncul merata, bukan hanya di titik inokulasi.
4. Viabilitas Jamur Sudah Menurun
Karena isolat berasal dari subkultur lama, jamur bisa mengalami penurunan daya tumbuh akibat:
- Penyimpanan suhu ruang terlalu lama
- Terlalu sering disubkultur
- Tidak disimpan sebagai stok dingin
Saat jamur tumbuh lambat, bakteri yang agresif langsung mengambil alih ruang dan nutrisi.
5. Media PDA Tanpa Antibiotik
PDA standar memang cocok untuk jamur, tetapi juga sangat “ramah” bagi bakteri. Jika isolat berasal dari lapangan atau stok lama, sebaiknya media ditambahkan antibiotik (misalnya streptomisin atau kloramfenikol) agar bakteri ditekan dan jamur punya kesempatan tumbuh lebih dulu.
Kesimpulan
Dalam kasus peremajaan Beauveria bassiana yang menghasilkan pertumbuhan bakteri, penyebab paling umum adalah kombinasi dari:
- Kontaminasi laten pada isolat
- Penurunan kualitas jamur
- Teknik aseptik yang kurang sempurna
- Media PDA tanpa antibiotik
- Sterilisasi media yang tidak optimal
Ini adalah masalah teknis yang sangat sering terjadi di laboratorium agens hayati, terutama saat bekerja dengan isolat lama.
Rekomendasi Praktis untuk Laboratorium
Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
- Ambil jaringan dari ujung koloni (hyphal tip), bukan dari bagian tengah kultur lama
- Gunakan PDA + antibiotik saat pemurnian awal
- Jika masih terkontaminasi, lakukan isolasi spora tunggal
- Simpan stok murni pada PDA miring suhu 4 °C atau sebagai stok gliserol agar tidak perlu sering subkultur
Dengan cara ini, risiko kontaminasi dapat ditekan dan kualitas agens hayati tetap terjaga.
Kontaminasi Bakteri pada media PDA isolasi Beauvaria
Komentar
Posting Komentar