Senin, 17 November 2025

Pengamatan Hasil Perbanyakan Massal Trichoderma

Hari ini dilakukan pengamatan terhadap hasil perbanyakan massal Trichoderma yang telah dikemas dalam kantong plastik bening ukuran 1 kg dan diberi label untuk keperluan distribusi dan aplikasi di lapangan. Pengemasan ini merupakan tahap akhir dari proses produksi APH (Agen Pengendali Hayati) berbasis mikroba lokal, guna memudahkan penyimpanan, pendistribusian, dan penggunaan oleh petani.

Pada permukaan bagian dalam kantong plastik terlihat butiran-butiran air seperti embun, yang merupakan fenomena kondensasi uap air. Hal ini terjadi karena:

  • Selama proses fermentasi padat (yakni menggunakan dedak dan sekam sebagai media), Trichoderma melakukan aktivitas metabolik yang menghasilkan panas dan uap air.
  • Meskipun fermentasi sudah selesai, mikroorganisme masih dalam kondisi aktif dan respirasi mikroba terus berlangsung, menghasilkan kelembaban dalam bentuk uap.
  • Ketika uap tersebut bertemu dengan dinding plastik yang lebih dingin (karena suhu lingkungan lebih rendah), maka terjadilah pengembunan (kondensasi), membentuk tetesan air di bagian dalam kemasan.

Kondensasi seperti ini termasuk hal yang wajar dan justru menjadi indikator bahwa:

  1. Mikroba masih aktif dan hidup. Aktivitas metabolik menghasilkan uap air.
  2. Kelembaban media masih terjaga. Kondisi lembab sangat penting untuk menjaga viabilitas Trichoderma selama penyimpanan.
  3. Proses fermentasi berlangsung baik tanpa kontaminasi berat.

Namun, perlu diperhatikan:

  • Jika jumlah air terlalu banyak, bisa menyebabkan pembusukan atau pertumbuhan bakteri/kapang tidak diinginkan.
  • Warna kultur harus tetap hijau kehijauan (spora Trichoderma) tanpa bercak hitam, merah, atau lendir kuning mencurigakan.
  • Aroma tidak busuk atau menyengat, melainkan asam ringan khas fermentasi.

📌 Rekomendasi Penyimpanan

Untuk menjaga kualitas produk:

  • Simpan kemasan di tempat kedap cahaya, sejuk, dan berventilasi baik.
  • Hindari penyimpanan terlalu lama; gunakan dalam waktu 2–4 minggu setelah produksi.
  • Jika akan disimpan lebih lama, bisa dikeringkan secara perlahan atau disimpan di suhu rendah (tetapi tidak dibekukan).

Kesimpulan

Adanya butiran air seperti embun di dalam kemasan Trichoderma adalah fenomena alami akibat aktivitas respirasi mikroba dan perbedaan suhu. Asalkan tidak disertai tanda-tanda kerusakan (bau busuk, warna aneh, kontaminasi), kondisi ini menunjukkan bahwa produk masih aktif dan berkualitas baik untuk digunakan sebagai agens hayati dalam mendukung pertanian organik dan berkelanjutan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar