Seksi Pengelolaan Laboratorium Hayati dan Biopestisida melakukan kegiatan pembuatan molase mikroba dengan menggunakan campuran bahan alami dan mikroorganisme menguntungkan. Molase yang dibuat bukan hanya sebagai sumber energi bagi mikroba, tetapi juga berfungsi sebagai starter aktif untuk produksi pupuk organik cair maupun biopestisida.
Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan molase hari ini meliputi:
- Air cucian beras, yang kaya akan pati dan nutrisi mikro sebagai media awal pertumbuhan mikroba.
- Air kelapa, yang mengandung gula alami (sukrosa, glukosa, fruktosa) dan hormon tumbuh seperti auksin dan sitokinin, sangat baik untuk merangsang aktivitas mikroba.
- Air steril, untuk menjaga kebersihan campuran dan mencegah kontaminasi mikroba tidak diinginkan.
- Mikroba menguntungkan yaitu Pseudomonas sp. dan Bacillus sp., yang ditambahkan sebagai agens hayati aktif untuk mempercepat fermentasi serta memberikan manfaat tambahan seperti penghambatan patogen dan peningkatan ketersediaan hara.
- Gula pasir, sebagai sumber karbon tambahan yang mudah difermentasi oleh mikroba untuk mendukung pertumbuhan dan reproduksi mereka.
Seluruh bahan dicampur secara merata dalam wadah bersih, lalu disimpan dalam tempat tertutup dan dikocok secara berkala dengan menggunakan shaker dengan kecepatan 100-150 rpm selama 24-48 jam (suhu 25-30°C)
Selama masa fermentasi, petugas melakukan pemantauan terhadap perubahan fisik seperti timbulnya gelembung gas (indikator aktivitas fermentasi), perubahan aroma menjadi asam segar, serta perubahan warna menjadi kecoklatan. Jika semua indikator menunjukkan hasil positif, molase siap digunakan sebagai bahan aktif dalam formulasi bioinput hayati.
Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam pengembangan teknologi pertanian berbasis mikroba secara mandiri, efisien, dan ramah lingkungan. Dengan membuat molase sendiri menggunakan bahan lokal dan mikroba unggul, laboratorium dapat meningkatkan kualitas produksi biopestisida dan pupuk hayati secara berkelanjutan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar