laporan observasi perkembangan Trichoderma spp. pada media kultur (SDA)
---
Laporan Observasi Perkembangan *Trichoderma spp. (KPG)
*Tanggal Inokulasi: 26 Januari 2026
*Tanggal Pengamatan: 28 Januari 2026 (Hari ke-2 pasca-inokulasi)*
*Media: SDA
*Label Sampel: Peremajaan Tricho KPG
Deskripsi Umum
Sebanyak 10 cawan petri telah diinokulasikan dengan isolat Trichoderma spp. (disebut “KPG”) pada tanggal 26 Januari 2026. Pengamatan dilakukan pada hari ke-1 (27 Januari) dan hari ke-2 (28 Januari 2026).
---
Hasil Pengamatan
Hari ke-1 (27 Januari 2026)
- Koloni Trichoderma mulai tumbuh sebagai bercak putih berbulu halus (mycelium vegetatif), berpusat di titik inokulasi.
- Terdapat beberapa fokus kecil berwarna hijau kebiruan (khas konidiofor dan konidia Trichoderma), terutama di bagian tengah koloni.
- Diameter rata-rata koloni: ~1.5–2 cm.
- Permukaan media masih jernih, tanpa kontaminasi jamur lain yang signifikan.
Hari ke-2 (28 Januari 2026)
- Pertumbuhan mycelium sangat pesat: koloni telah menyebar hingga ~3.5–4.5 cm diameter (mencapai 60–70% permukaan cawan).
- Warna koloni dominan putih krem (mycelium muda), dengan area sentral yang semakin intens berwarna hijau tua kebiruan menandakan produksi konidia masif (sporulation aktif).
- Beberapa cawan menunjukkan pola pertumbuhan tidak simetris (misalnya: koloni lebih cepat ke satu arah), kemungkinan akibat variasi suhu, kelembaban lokal, atau posisi inokulasi.
- Tidak terdeteksi kontaminasi oleh mikroba lain (tidak ada bercak kuning, merah, hitam, atau lendir berlebih yang mengindikasikan bakteri atau jamur pengganggu).
- Pada cawan tertentu (misalnya cawan paling kiri atas), koloni tampak sedikit lebih lambat berkembang — perlu dipantau lebih lanjut untuk evaluasi viabilitas isolat.
Interpretasi & Catatan Teknis
- Pola pertumbuhan sesuai karakteristik Trichoderma spp.: cepat, bermycelium padat, dan berkonidiasi hijau khas dalam 48–72 jam pada suhu ruang (25–28°C).
- Warna hijau kebiruan yang konsisten di pusat koloni mengonfirmasi bahwa isolat ini aktif menghasilkan konidia, sehingga siap untuk:
- Produksi biomassa (untuk formulasi biopestisida/biofertilizer),
- Subkultur ulang,
- Uji antagonisme terhadap patogen (misalnya Fusarium, Rhizoctonia).
- Label “Peremajaan Tricho KPG (Hasil Eksplorasi Aph Trichoderma dari tanah di kota Kupang yang sebelumnya pernah diaplikasikan Trichoderma)” mengindikasikan bahwa ini adalah tahap revitalisasi kultur murni sebelum digunakan dalam aplikasi lapangan.
---
Rekomendasi Lanjutan
1. Harvesting Konidia: Jika tujuan adalah produksi spora, panen dapat dilakukan pada hari ke-3 hingga ke-4, saat warna hijau maksimal dan permukaan koloni tampak berdebu (konidial powder).
2. Subkultur: Untuk menjaga viabilitas jangka panjang, lakukan subkultur ke media baru setiap 2–3 minggu.
3. Identifikasi Spesifik: Untuk kepastian taksonomi, disarankan uji molekuler (ITS sequencing) atau mikroskopis (bentuk konidiofor, konidia, chlamydospore).
4. Catatan Log: Simpan data waktu pertumbuhan, diameter koloni harian, dan kondisi inkubasi (suhu, kelembaban) untuk referensi replikasi.