Hari ini dilakukan pengamatan terhadap hasil perbanyakan massal Trichoderma yang telah dikemas dalam kantong plastik bening ukuran 1 kg dan diberi label untuk keperluan distribusi dan aplikasi di lapangan. Pengemasan ini merupakan tahap akhir dari proses produksi APH (Agen Pengendali Hayati) berbasis mikroba lokal, guna memudahkan penyimpanan, pendistribusian, dan penggunaan oleh petani.
Pada permukaan bagian dalam kantong plastik terlihat butiran-butiran
air seperti embun, yang merupakan fenomena kondensasi uap air. Hal ini terjadi
karena:
- Selama
proses fermentasi padat (yakni menggunakan dedak dan sekam sebagai
media), Trichoderma melakukan aktivitas metabolik yang menghasilkan
panas dan uap air.
- Meskipun
fermentasi sudah selesai, mikroorganisme masih dalam kondisi aktif dan respirasi
mikroba terus berlangsung, menghasilkan kelembaban dalam bentuk uap.
- Ketika
uap tersebut bertemu dengan dinding plastik yang lebih dingin (karena suhu
lingkungan lebih rendah), maka terjadilah pengembunan (kondensasi),
membentuk tetesan air di bagian dalam kemasan.
Kondensasi seperti ini termasuk hal yang wajar dan justru menjadi indikator bahwa:
- Mikroba
masih aktif dan hidup. Aktivitas metabolik menghasilkan uap air.
- Kelembaban
media masih terjaga. Kondisi lembab sangat penting untuk menjaga
viabilitas Trichoderma selama penyimpanan.
- Proses
fermentasi berlangsung baik tanpa kontaminasi berat.
Namun, perlu diperhatikan:
- Jika
jumlah air terlalu banyak, bisa menyebabkan pembusukan atau pertumbuhan
bakteri/kapang tidak diinginkan.
- Warna
kultur harus tetap hijau kehijauan (spora Trichoderma) tanpa bercak
hitam, merah, atau lendir kuning mencurigakan.
- Aroma
tidak busuk atau menyengat, melainkan asam ringan khas fermentasi.
📌 Rekomendasi Penyimpanan
Untuk menjaga kualitas produk:
- Simpan
kemasan di tempat kedap cahaya, sejuk, dan berventilasi baik.
- Hindari
penyimpanan terlalu lama; gunakan dalam waktu 2–4 minggu setelah produksi.
- Jika
akan disimpan lebih lama, bisa dikeringkan secara perlahan atau disimpan
di suhu rendah (tetapi tidak dibekukan).
Kesimpulan
Adanya butiran air seperti embun di dalam kemasan Trichoderma
adalah fenomena alami akibat aktivitas respirasi mikroba dan perbedaan suhu.
Asalkan tidak disertai tanda-tanda kerusakan (bau busuk, warna aneh,
kontaminasi), kondisi ini menunjukkan bahwa produk masih aktif dan berkualitas
baik untuk digunakan sebagai agens hayati dalam mendukung pertanian organik dan
berkelanjutan.